HOME | CONTACT US | ABOUT
Always On:
Showing posts with label Iman. Show all posts
Showing posts with label Iman. Show all posts

Imam Ahmad Berangkat Menuntut Ilmu Sebelum Subuh

Biasanya saat ini bila ada orang yang bangun pagi-pagi keluar rumah maka akan pergi ke pasar atau berangkat kerja. Tapi tidak seperti itu dengan Imam Ahmad. Beliau seorang ulama ahli hadits terkemuka di zamannya, ternyata mempunyai kebiasaan yang barangkali jarang dilakukan oleh manusia pada umumnya, apalagi pelajar pada zaman sekarang.

Diceritakan, bahwa beliau sangat antusias untuk mendatangi majlis hadist, bahkan sudah mempersiapkan diri untuk berangkat sebelum subuh. Namun ibunya sering mengingatkannya, “Tunggu dulu nak, sampai terdengar adzan subuh”.

Subhanallah…, sebuah semangat yang sangat jarang kita temukan pada masyarakat zaman sekarang dimana prioritas mereka adalah keuntungan ekonomis. Mereka lebih mementingkan keuntungan ekonomis lebih dahulu daripada keuntungan ilmu yang pada hakikatnya akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan ini.

Diceritakan oleh Shalih bin Ahmad bin Hambal, bahwa ayahnya suatu saat bersama dengan tukang tinta atau juru tulis (mahbarah), kemudian Mahbarah tersebut berkata kepada Ahmad bin Hambal, “wahai sang Imam, engkau adalah imam besar umat Islam, mengapa engkau tidak memakai kami (Mahbarah) ?”. Lalu beliau menjawab, “Kalau saya bersama Mahbarah, maka akan membawa saya ke Maqbarah (kuburan)”. Bahkan beliau mempunyai prinsip hidup, bahwa beliau tidak akan berhenti dalam menunut ilmu hingga ada yang menghantarkannya ke maqbarah.

Sumber : Kitab Shafahat min Shabril ‘Ulama ‘ala Syadaidil ‘Ilmu wat Tahshil

Malu adalah Iman

Lunturnya sifat malu dalam masyarakat merupakan salah satu parameter degradasi iman. Sebab, rasa malu akan segera menyingkir dengan sendirinya tatkala iman sudah terkikis. Sebagaimana sabda Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “Malu dan iman saling berpasangan. Bila salah satunya hilang, maka yang lain turut hilang.” (HR Hakim dalam kitab Al-Mustadrak)

Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah melewati seorang laki-laki Anshar yang mencela sifat malu saudaranya. Maka Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Tinggalkan dia. Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman.”

Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Iman itu ada tujuh puluh bagian. Yang paling tinggi adalah kalimat ‘la ilaha illallah’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalan. Dan malu adalah bagian dari iman.” (HR Bukhari)